Perpustakaan Ujung Barat

SMA Negeri 1 Sabang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Sekosong Jiwa Kadaver

Text

Sekosong Jiwa Kadaver

Ita Fajria Tami - Nama Orang;

Rayya, putri seorang kiai di sebuah pesantren, akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menjadi mahasiswa kedokteran. Dia berangkat ke Pulau Bali dengan hati berbunga-bunga meskipun beberapa anggota keluarganya ragu akan keputusan itu.

27 Namun, apa yang dibayangkannya indah ternyata lain angan dengan kenyataan. Peristiwa dua kali Bom Bali yang terjadi beberapa tahun sebelumnya menyebabkan tingginya sentimen terhadap umat muslim. Rayya pun menghadapi bullying dari beberapa temannya yang rasis.

Standar kuliah yang tinggi, pergaulan bebas, dan persahabatan dengan seorang pemuda Bali, membuat Rayya semakin kebingungan meniti jalan yang dipilihnya sendiri menuju impiannya.

Turbulensi kehidupan pun akhirnya memaksanya memahami, bahwa dunia nyata ternyata tak seaman dan senyaman dinding rumah dan tembok pesantren yang selama ini melindunginya.

Aku menyeret koper kabin menuju eskalator naik. Sayup-sayup, kudengar lagu Lifehouse dari pelantang yang tersebar di seluruh sudut Bandara Juanda. Tanpa sadar, aku ikut menyenandungkan liriknya di kepala seraya mengetuk-ngetukkan jari di pegangan koper. Kurasa, itu membantu mengenyahkan kegugupan yang sedari tadi menggigit. Akhirnya, pikirku. Selangkah lagi menuju cita-cita.

Aku kembali melirik boarding pass di tangan untuk memastikan arahku sudah benar. Sebenarnya, aku tidak perlu melakukannya karena sedari tadi kepalaku mengingatkan kalau aku harus berjalan ke Gate 8. Namun, aku terlalu gugup. Bagaimana kalau aku menunggu di gate yang salah dan ketinggalan pesawat? Bagaimana kalau aku salah naik pesawat dan malah tiba di antah-berantah? Tentu saja itu tidak mungkin, aku pun tahu.

Kususuri koridor lantai 2 seraya menghitung nomor gate yang kulewati. Pelantang kini memperdengarkan lagu lain, persis ketika aku sampai di gate yang kucari. Aku mendorong koper dan mengangkatnya ke meja untuk pemeriksaan.


Ketersediaan
P10060SMy LibraryTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Ujung Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Koleksi
Kami memiliki koleksi buku penunjang pembelajaran, fiksi, enskilopedi, multimedia dan sumber literasi lainnya.
Keanggotaan Perpustakaan
Sifat keanggotaan semi-terbuka, khusus warga sekolah (siswa, guru dan karyawan) dan anggota terpilih lainnya.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik