Perpustakaan Ujung Barat

SMA Negeri 1 Sabang

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Muslim Preneur: Rahasia Pengusaha Muslim Sukses

Text

Muslim Preneur: Rahasia Pengusaha Muslim Sukses

Nurdin Apud Sarbini, Lc, M.Pd. - Nama Orang;

Mengapa umat Islam harus kaya? Jawabannya tentulah bervariasi. Namun, sebagai muslim kita harus mengetahui alasan yang logis dan syar'i sehingga tidak salah mengerti akan urgensi hidup berkecukupan. Jangan sampai persepsi di kalangan orang non-muslim, bahwa semakin sederhana maka semakin bertakwa adalah bagian dari ajaran Islam.

Alasan logisnya, kemudahan hidup ialah kesenangan bagi manusia, dan di dunia yang serba modern ini materi tidak mungkin lagi diabaikan sebagai faktor penentunya. Bukankah tidak sedikit muslim yang melakukan tindakan kejahatan karena terjebak kondisi ekonomi? Bahkan demi sesuap nasi beberapa dari mereka rela murtad, berpindah agama? Tidak sedikit pula muslimah yang menggadaikan kehormatannya untuk menyambung hidup. Jadi, dengan memiliki harta yang cukup kita bisa memelihara aqidah.

Alasan syar’inya, kekayaan amat dibutuhkan sebagai wasilah atau perantara beramal shalih. Bukankah dengan memiliki banyak harta kita bisa mencukupi keluarga dari berbagai tuntutan kehidupan sehari-hari? Apa mungkin kita bisa melaksanakan rukun Islam kelima, yaitu berhaji, hanya dengan rajin pergi ke masjid dan enggan berusaha mencari materi sebagai bekalnya? Begitu pula zakat, yang bukan zakat fitrah, tidak mungkin bisa ditunaikan kalau tidak memiliki harta berlebih sesuai nishab dan haul-nya.

Demikian sekadar refleksi atau ilustrasi pengingat bagi kita bahwa sesungguhnya Rasulullah tidak pernah mengajarkan umatnya hidup bermalas-malasan. Artinya, setiap mukmin dituntut untuk rajin berusaha menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kebahagiaan di dunia umumnya diukur dengan banyaknya harta, sementara itu kebahagiaan di akhir diukur dengan intensitas pahala. Jadi tidaklah benar jika menjadi kaya itu hina, justru mulia.

Buku ini sedikit banyak mengulas tentang paradigma negatif yang didapati penulis di kalangan muslimin. Fakta kemiskinan yang kini didominasi mereka pun disinggung. Nasihat demi nasihat, dibarengi dalil-dalil pendukungnya, diuraikan penulis dengan harapan timbul kesadaran dan semangat untuk bangkit menjadi muslim yang kaya raya.


Ketersediaan
P10097SMy LibraryTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
NUR 297 m
Penerbit
: Pustaka Imam Syafi\'i., 2022
Deskripsi Fisik
viii + 184 hlm; 14 x 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-6360-88-5
Klasifikasi
297
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan Kedua: Oktober 2022
Subjek
wirausaha
ajaran nabi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Ujung Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Koleksi
Kami memiliki koleksi buku penunjang pembelajaran, fiksi, enskilopedi, multimedia dan sumber literasi lainnya.
Keanggotaan Perpustakaan
Sifat keanggotaan semi-terbuka, khusus warga sekolah (siswa, guru dan karyawan) dan anggota terpilih lainnya.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik